| |
|
|
|
 |
ADELIA THE BEAUTY
|
 |
 |
Selasa, 9 September 2008 @ 21:59 WIB - Musik, Film & Hiburan |
 |
| |
ADELIA THE BEAUTY
"Sudahlah Di, terima saja..." bujuk Tony padaku. "Tapi...Ton, kamu tahu sendirikan?" jawabku ragu "Ya...ya...ya, kamu tidak perlu jelaskan, aku sudah tahu kamu tidak sreg dengan revitalisasi karebosi." "Nah...itu kamu menjawan sendiri pertanyaanmu?" "Tapi kamu juga mesti mikir lah, kamu bisa kerja praktek di Mega proyek seperti itu, itu keuntungan buat kamu sendiri, lokasinya dekat, so kamu ga perlu keluar banyak biaya kan?Bukannya kamu sendiri bilang keluargamu sedang kesulitan biaya," "Bener juga..."desahku lemas. "Makanya, ga perlu sok gitu. Makan tuh prinsip. "Aku tak berkata apa-apa lagi. Apa yang dikatakan Tony teman kuliahku bener juga adanya, saat ini panen udang keluargaku di Barru gagal total, gara-gara virus yang menyerang udang-udang itu. Aku hanya bisa memandang langit-langit kostku yang berwarna biru kusam saat mendengar jawaban Bapak minggu lalu, "Apa Kerja prakteknya tidak bisa ditunda Nak?Saat ini Bapak lagi tidak punya uang untuk membiayai Kerja Praktekmu.Apalagi kalau kerja praktekmu mesti jauh di luar Makassar, belum lagi ditambah biaya hidupmu selama tiga bulan di sana. Dan ketika Tony tahu kesulitanku, sebagai sahabat yang baik dia lalu membantuku mencarikan proyek di Makassar. Singkat cerita, dengan bantuan relasi papa Tony yang sangat banyak, aku akhirnya mendapatkan izin untuk kerja Praktek di karebosi, proyek yang paling aku tentang. Namun akhirnya dengan berat hati aku menerima juga bantuan Tony.Aku tidak boleh egois, tidak mungkin aku memaksa Bapak meminjam uang di rentenir dengan bunga yang mencekik leher untuk membiayai kerja praktekku,namun di sisi lain aku tidak bisa membatalkan kerja praktek yang telah aku programkan semester ini. Pagi ini aku sudah mulai ikut terlibat kerja praktek di proyek revitalisasi karebosi. Setelah memasukkan surat Kerja Praktek dari kampus pada kepala proyek, Aku putuskan berkeliling memperhatikan kondisi karebosi yang sedang dipoles. Hati ini sebenarnya berduka melihat karebosi yang sekarang berdebu, gersang, tiang-tiang bangunan yang sedang di cor nampak berdiri kaku, sekaku karebosi yang kehilangan semangatnya. Semangat yang dahulu menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. "Hi,kok melamun?!" seru seseorang yang membuyarkan rasa dukaku akan kematian ruh karebosi tercinta ini. "Kamu...kamu bicara padaku?" tanyaku tak yakin pada seorang wanita cantik yang sudah berdiri di depanku. "Pastilah, ga ada orang lainkan di sini?" katanya lagi sambil memperhatikan sekeliling kami. Aku hanya bisa menggaruk kepalaku yang tidak gatal,menyadari kebodohanku. "Aku Adelia, kamu Aryadi kan? Weks, mimpi apa aku semalam?Wanita secantik Luna Maya ini tahu namaku?Tapi Kalo ini mimpi tolong jangan bangunkan aku. "Sudahlah, kamu ga perlu bingung gitu, apa susahnya memperolah informasi seseorang di jaman secanggih ini." katanya lagi seakan menjawab kebingunganku. Betul juga kata Adelia, mungkin saja dia salah satu karyawan di kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Ato apalah, whatever, aku tidak mau pusing, bertemu dengan Adelia saja sudah membuat hatiku berbunga-bunga, mau dia tahu dari mana terseralah, yang penting dia mengenalku. Bertemu Adelia membuat aku jadi melupakan kekesalanku pada proyek revitalisasi ini. Aku justru jadi rajin datang ke lokasi proyek hanya untuk bertemu dengannya. lalu sikapku pada Revitalisasi karebosi? Ya sudahlah, toh masyarakat Makassar saja, tidak ambil pusing Karebosi diobok-obok, jadi apa artinya suara protes seorang mahasiswa kere seperti aku ini. Adelia terlalu sayang untuk dilepaskan.
***
"Kamu kenapa Del? Kok sedih begitu?" tanyaku di suatu sore. Aku baru saja selesai mengetik laporan kerja praktekku di kantor kontraktor proyek sore itu. "Karebosi dan kamu Di,..." Adel menggantung kata-katanya. "Maksud kamu?" Aku tidak mengerti. "Iya,dulu karebosi begitu indah, begitu hijau. begitu rindang tapi sekarang..., terus kamu dulu begitu menentang proyek ini, tapi sekarang malah terlibat di dalamnya.Bahkan begitu menikmatinya." urai Adelia, nadanya terdengar begitu lirih. "Ti...tidak seperti Del, aku...aku sebenarnya tetap tidak setuju, aku jadi menyukai kerja praktek ini karena kamu,"aku tergagap berusaha membela diri. "Aku?memangnya apa hubungannya dengan aku?" "Yah... karena aku senang bertemu denganmu, lagi pula kamu kan kerja di proyek ini juga, kenapa kamu malah sedih dengan proyek ini," "Di..., saat aku tahu ada seseorang dengan prinsip seperti kamu terlibat di proyek ini, sebenarnya aku berharap kamu bisa menerapkan prinsipmu itu di sini, tapi nampaknya harapanku salah... kamu justru hanyut dan terikut arus," Kata-kata Adelia menohok ulu hatiku, aku tidak bisa bersuara. Benar sekali apa yag dikatakannya, mengapa prinsip itu jadi lenyap begitu saja, harapanku akan karebosi indah seperti yang dulu menguap begitu saja?Seperti yang pernah kulihat dalam foto-foto karebosi yang dikirim Kakaknya Tony dari musium Tropen Di Belanda. Suasana karebosi di Zaman Voor de Oorlog, sama dengan keadaan lapangan-lapangan Belanda di saat Musim panas, penuh pohon-pohon besar, bangku-bangku panjang tertata rapi, tempat yang nyaman untuk siapa saja yang ingin menikmati suasana. Ahhk Adel ternyata tidak seperti yang aku pikirkan, kukira dia adalah salah satu yang menyukai make over-nya karebosi. Sore itu aku pulang dengan membawa sejuta penyesalan. ***
"Ton, ini rumah siapa?" tanyaku heran saat menemani Tony berkunjung ke sebuah rumah. "Rumah tanteku, adik Ibu, mang kenapa? Mukamu jadi pucat gitu?tenang aja walau rumahnya segede rumah sinetron, tapi tanteku ga segalak orang-orang kaya di sinetron itu," "Bu...bukan gitu Ton, tapi lukisan itu?"tunjukku pada sebuah lukisan besar berbingkai antik di dinding ruang tamu, wajahnya yang sangat cantik tidak asing bagiku." "Oh, itu buyut mama, kenapa? Cantik yah? Papanya beliau orang Belanda,mamanya Indonesia, makanya dia cantik banget." "Kamu jangan mengada-ada Ton, aku kenal dia, aku sering bertemu dengannya di lokasi proyek." kataku tak percaya. "Hush!Kamu kali yang mengada-ada, liat aja sendiri! bajunya aja model jaman orjadul gitu,jaman Belanda masih ada Indonesia. Masa kamu bilang sering ketemu," "Bener Ton, emang sih aku ketemu dengannya hampir sama dengan cara berpakain kita saat ini, tapi aku yakin banget kalo itu dia, Namanya Adelia Ruud kan?" aku ngotot. "Ya iyalah,kan kamu bisa liat sendiri di bawah lukisan itu ada namanya, Di...Di... aku jadi curiga jangan-jangan apa yang dikatakan orang-orang di proyek tentang kamu benar." Jawab Tony santai sambil geleng-geleng kepala. "Apa yang mereka katakan?" "Mereka bilang, kamu sudah gila, sering ngobrol sendiri, kadang dengan bangunan-bangunan yang blum jadi, kadang dengan kursi di sampingmu, kadang dengan phon yang ada di lapangan karebosi, malah sampai ngakak, tapi aku ga tanggapi. Aku pikir itu cuma gosip yang sengaja dihembuskan karena sikapmu yang sangat menentang proyek itu," Astaga!Apa iya seperti itu? Pekikku dalam hati. "Lalu apa yang kita lakukan di sini?" tanyaku berusaha bersikap normal, mencoba mengabaikan kata-kata Tony padahal aku mulai ketakutan. "Memperingatu Hari ulang tahun beliau, dulu sebelum meninggal beliau berpesan untuk selalu menyalakan lilin untuknya setiap hari ulang tahunnya,katanya biar kita ingat terus padanya. oh iya menurut mama, buyutnya itu dulu memang senang menghabiskan waktunya berkuda dan duduk-duduk di taman Het Koningsplein, nama karebosi jaman Belanda. Namun sayang,suatu hari saat beliau sedang menunggang salah satu kuda yang baru di berikan papanya saat ulang tahunnya,beliau mendapat kecelakaan hebat dan akhirnya meninggal." Aku terdiam,entah sudah sampai dimana Tony bercerita. Apakah buyutnya Tony sama dengan Adel yang aku kenal? Tidak masuk akal, mana mungkin, tolakku berusaha menenangkan diri. Aku senang menunggang kuda, namun sayang yah tidak ada lagi tempat yang nyaman untuk berkuda, seandainya karebosi ini bisa...? jawabnya saat aku menanyakan hobynya.Oh iya, jangan lupa kamu belikan aku lilin nanti di hari ulang tahunku,karena aku sangat menyukai lilin,tambahnya.Kapan memangnya?tanggal 13 september nanti Dan hari ini tanggal 13 September, aku belum membeli lilin,terpaku dingin menatap seringai tipis Adelia Ruud, dikanvas besar di hadapanku.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
jie_nugros Selasa, 9 September 2008 @ 22:28 WIB
 (Reply)
apa seeh????ehe
|
|
 |
 |
 |
| |
oesankk Rabu, 10 September 2008 @ 02:30 WIB
 (Reply)
iih betah nyah kalo ada temen kaya adelia
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy3 Rabu, 10 September 2008 @ 07:58 WIB
 (Reply)
cerita horor atau orang yang punya 6th sense ?
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
ANAK: PEMILIK MASA DEPAN
|
 |
 |
Jumat, 5 September 2008 @ 13:05 WIB - Diari |
 |
| |
"Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?" Nabi menjawab: "Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian engkau tempatkan ia di tempat yang baik".
Anak-anak, sebuah fase kehidupan yang identik dengan dunia tanpa beban, ceria dan juga digambarkan sebagai dunia bermain. Namun dibalik itu, ternyata anak-anak di belahan dunia manapun terlahir untuk menjadi generasi penerus bangsanya. Jadi jika sebuah bangsa ingin lebih maju, pendidikan anak harus selalu dikedepankan. Disinilah peran orang tua, guru dan masyarakat umumnya untuk mengantarkan anak-anak kita menuju jenjang pendidikan yang tertinggi, dalam rangka membekali anak melaksanakan tugasnya sebagai generasi penerus. Namun apa yang terjadi dengan anak-anak kita saat ini, begitu banyak generasi penerus bangsa yang saat ini tidak bersekolah. Bisakah kita bayangkan bagaimana jadinya Indonesia yang akan datang, saat negara ini dipenuhi anak-anak putus sekolah? Anak-anak harus menjadi tanggung jawab pemerintah, orang tua, seluruh masyarakat, tanggung jawab kita semua.
Hasil survei terbaru Organisasi Buruh Internasional (ILO): Makassar memiliki jumlah anak putus sekolah terbesar di Indonesia
Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak, khususnya anak yang kurang mampu, maka kami tergugah untuk memberikan sumbangsih dalam membantu memberikan pendidikan formal dan informal kepada anak-anak, dengan bekerjasama dengan penerbitan, untuk menerbitkan buku-buku untuk anak. Buku-buku yang berisi edukasi dan hiburan khas anak, yang akan dibagikan secara gratis kepada anak-anak Selain itu kami akan melakukan berbagai macam kegiatan pendidikan informal untuk anak-anak kurang mampu, seperti kursus membaca, Bahasa Inggris dan matematika gratis.
Itulah sedikit gambaran, yang bisa saya paparkan sebagai bahan pengantar kegiatan yang sedang kami lakukan di kota Makassar. Kami saat ini sedang menggalang dana untuk membantu anak-anak, khususnya yang kurang mampu agar mereka bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang sudah menjadi hak mereka. Bapak/Ibu, saudara saudari besar harapan kami, Anda-anda semua dapat ikut serta dan memberikan dukungan kepada kami, memajukan dunia kanak-kanak sebagai bentuk kepedulian kita membekali mereka, agar tiba saatnya nanti mereka bisa melaksanakan tugasnya sebagai penerus bangsa. Tanpa dukungan Anda kami tidak bisa melakukan kegiatan ini. Atas perhatian, dukungan dan bantuannya kami haturkan banyak terima kasih. Untuk bantuan dapat disalurkan ke Rekening BCA MAKASSAR No Rekening: 0255266107 a/n Hasmawati Suratman.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
bubu_okky Jumat, 5 September 2008 @ 13:41 WIB
 (Reply)
di tangan merekalah masa depan bangsa ini berada...
ajakan yang simpatik...perlu didukung neh...hayuuuh..teman-teman...dukung....semua...!!
 |
 |
| |
 |
ja_ro_ni_pon Jumat, 5 September 2008 @ 14:24 WIB
wah satu 'negara' dunk sama mhimhi nih,, ayo mhimhi dukung kemajuan kota makassar!!!
koq, ,malah nyuruh orang lain lagi,, hehe piss ah!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Jumat, 5 September 2008 @ 14:26 WIB
 (Reply)
setuju bunda.....anak-anak adalah masa depan bangsa ini
|
|
 |
 |
 |
| |
ja_ro_ni_pon Jumat, 5 September 2008 @ 14:27 WIB
 (Reply)
ups,, salah nyimpen komen! harusnya disini :d
wah satu 'negara' dunk sama mhimhi nih,, ayo mhimhi dukung kemajuan kota makassar!!! koq, ,si saya malah nyuruh orang lain lagi,, hehe piss ah!
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
MENGAPA HARUS BUKU
|
 |
 |
Jumat, 5 September 2008 @ 12:54 WIB - Musik, Film & Hiburan |
 |
| |
Ingin hidup lebih bahagia? Ternyata tidak perlu terlalu pusing mencari rahasianya. Dengan “berteman” dengan buku, baca setiap halamannya lalu resapi, maka hidup jadi semakin berwarna
Buku, benda yang satu ini siapa yang tidak kenal. Buku bisa menjadi sahabat yang paling setia, saat menghabiskan waktu senggang, saat sedang sendiri, sedang menunggu pesawat yang delay, saat sedang sedih, saat butuh teman untuk menguatkan, saat membutuhkan pengetahuan, bahkan kala “bertapa” di toilet-pun buku bisa jadi teman. Apapun jenisnya, mulai dari biografi, otobiografi, novel, sampai komik, buku adalah sumber informasi sekaligus inspirasi yang tiada hentinya. Di bawah ini akan dipaparkan mengapa buku layak untuk dicintai dan sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan.
#1. NUTRISI PIKIRAN DAN JIWA Dengan bentuknya yang kecil sebuah buku bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang. Buku mampu membawa perubahan positif pada pola pikir seseorang, memberikan motivasi untuk maju dan meraih kesuksesan. Namun tak hanya itu, dengan membaca buku-buku bermanfaat minimal lima belas menit setiap hari, sama dengan memberi “nutrisi” pada otak, sehingga kemampuan daya ingat seseorang akan selalu terjaga. Membaca buku, salah satu cara dapat terhindar dari penyakit Alzheimer. Karena saat membaca, otak dan pikiran akan melakukan serangkaian proses seperti mengenali bahasa yang ditulis. Saat membaca setiap kalimat , daya imajinasi juga akan diasah.
#2. DUNIA TANPA BATAS Banyak hal yang bisa kita ketahui melalui sebuah buku, buku punya segudang manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Dalam setiap buku ada sebuah dunia baru yang penuh dengan warna. Banyak hal yang ditulis dalam setiap buku dapat dijadikan pelajaran yang berharga. Dalam setiap buku ada dunia baru, yang penuh dengan karekter yang bisa dijadikan pelajaran berguna. Dr. Seuss mengatakan, The more that read, the more things you will know. The more that you learn, the more place you’ll go (Semakin banyak buku yang Anda baca, semakin banyak hal yang Anda ketahui. Semakin banyak yang Anda pelajari, semakin banyak tempat yang anda jelajahi). Membaca buku tentang sejarah ataupun buku-buku tentang perjalanan bisa membawa kita, seolah-olah berada dan mengalami sendiri kejadiannya. Buku bisa membuka mata kita, tentang indahnya dunia di seberang sana, tanpa harus ke sana.
#3. CERMIN KEPRIBADIAN Pepatah mengatakan “You are, what you read”, kepribadian kita bisa ‘dibaca’ dari jenis buku kesukaan. Meski dianjurkan untuk bisa “mencicipi” semua jenis buku, namun setiap orang tentu mempunyai buku favorit, yang bisa mencerminkan kepribadiannya. • Buku non fiksi (otobiografi): Tipe orang yang selalu ingin mendapatkan pelajaran baru dan selalu berpikir realistis. • Buku sastra: Tipe orang idealis yang menghargai keindahan dunia dan sangat filosofis. • Buku suspense /thriller: Tipe orangyang senang diberi kejutan dan selalu ingin dipacu semangatnya • Buku science fiction/fantasi: Tipe orang yang sangat imajinatif dan punya cara pandang sendiri dalam hidupnya. Tak ada satupun manusia yang sanggup membaca seluruh buku yang terbit selama hidupnya, jadi bacalah sebanyak mungkin buku yang bisa ditemukan. Walaupun setiap orang memiliki buku kesukaan masing-masing, jangan menutup diri ‘melahap’ buku jenis lain.dengan begitu Anda akan punya ragam cara pandang , Anda pun makin kaya dengan beragam nilai hidup.
#4. PEMBUKA KATUP Katup bisa pula dikatakan kelas, grade, atau tingkat. Dengan membaca buku katup kita bisa terbuka, bahkan akan jadi lebih meningkat. Indonesia, menurut penelitian memiliki SDM yang kurang berkualitas, ini sangat berkaitan erat dengan rendahnya minta baca bangsa kita. Jangankan masyarakatnya, juga para pemimpinnya. Tumbuhkan minat baca dari bacaan yang ringan, lalu tumbuhkan dengan dengan mencari ‘tantangan’ baru dari sebuah buku. Disaat itulah Anda akan mencari buku lain yang akan semakin memperkaya diri, dalam rangka peningkatan katup. Contoh terbaik dalam hal ini, Jepang. Penduduk negeri ini, memiliki minat baca yang sangat tinggi, sehingga bukan rahasia jika kecerdasan mereka di atas rata-rata.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
bubu_okky Jumat, 5 September 2008 @ 13:36 WIB
 (Reply)
aku pembaca buku non fiksi (otobiografi) dan buku sastra.....
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Sabtu, 6 September 2008 @ 02:59 WIB
 (Reply)
buku banyak manfaatnya, so pasti positif banget.
|
|
 |
 |
 |
| |
ebramn Minggu, 7 September 2008 @ 13:11 WIB
 (Reply)
ya, bagi manusia buku tdk dpt dipisahkan dari kehidupannya, ada buku yang bermaanfaat dan tdk bermanfaat. yang tdk bermanfaat al: buku porno..dll. yg bermanfaat adalah buku yg berisi pelajaran menambah pengetahuan kita. trus ada buku yg menambah 'kocek' kita : buku tabungan....salam kenal.
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Marhaban ya Ramadhan
|
 |
 |
Kamis, 4 September 2008 @ 11:59 WIB - Diari |
 |
| |
Sekarang kita memasuki bulan Suci Ramadhan, Bulan yg penuh berkah, rahmat dan ampunan.
Saling memafkan yang satu dengan yang lain, orang tua ... saudara ... teman atau sahabat walaupun berbeda keyakinan ....
mungkin dulu pernah ......
sampai rasanya ingin .......
atau mungkin ingin ......
atau juga ingin ......
atau perang ......
atau yang jadi ingin ......
mungkin juga bercanda atau yang tidak berkenan dihati
Mohon dimaafkan LAHIR dan BATIN........
Semoga Allah SWT tetap memberikan bimbingan, petunjuk dan hidayah - Nya kepada kita semua serta senantiasa memberikan kesehatan, rezeki, kelapangan, dan kekhusukan pada kita untuk menjalani puasa di bulan Ramadhan yang penuh rahmat berkah dan magfirah.
Semoga semua amal ibadah kita diterima disisi Allah SWT .... Aamiin ....
"Selamat Menjalankan Ibadah Puasa "
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
sastrawiguna Kamis, 4 September 2008 @ 12:22 WIB
 (Reply)
selamat menjalankan ibadah puasa juga..... semoga amal ibadah kita diterima oleh allah swt.. amiin...
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Kamis, 4 September 2008 @ 22:36 WIB
 (Reply)
selamat puasa juga ya...semoga menjadi wahana mengenal sang pencipta secara total. amin...
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
RSS Blog  |
| Created: |
| Rabu, 27 Agustus 2008 @ 14:57 WIB |
|
|
|