HOME BLOG
   
  blog@indosiar.com
http://zholi.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
BlogGaul mau berubah ...
 
Minggu, 27 Juli 2008 @ 18:52 WIB - Diari


London (ANTARA News) - Ratusan penonton, termasuk Walikota Kota Rudabanya, Szobota Lajos, menikmati musik gamelan yang digelar KBRI Budapest di dalam Gua Baradla yang terletak di Taman Nasional Aggtelek, Hungaria.

Walikota Kota Rudabanya, sekitar 20 km dari pintu masuk mulut gua yang panjangnya mencapai 27 km, menyatakan kekagumannya atas kesenian Indonesia yang ditampilkan, demikian Sekretaris I KBRI Budapest, Arena Sri Victoria, Sabtu.

Dia mengatakan, tim kesenian KBRI Budapest menampilkan Topong Bang, kelompok musik tradisional Jawa dengan pemain gamelan warga Hungaria yaitu Jakob Geza, Kiss Marta, Robert Takats, Aniko Novaks, Zsuzsana Wimmer, dan Nemeth Gabor.

Para penari yang tampil di antaranya Riskanty Dewi Kanaan, Hardianingsih dan Alexander Riyanto, mahasiswa semester terakhir ISI Solo.

Para penari dengan berbusana tari tipis itu tidak terpengaruh dengan suhu dingin dalam gua yang pada musim panas tercatat 10 derajat Celsius.

Arena mengatakan Gua Baradla dengan keindahan dan kekayaan stalaktit dan stalakmit pada setiap musim panas mengadakan festival yang diikuti kelompok kesenian dari Hungaria dan negara lain.

Di depan ratusan hadirin yang memenuhi kursi di dalam gua, Duta Besar RI untuk Hungaria Mangasi Sihombing menjelaskan mengenai hubungan dan kerjasama bilateral yang sangat erat antara Indonesia dan Hungaria.

Salah seorang seniman Hongaria Jakob Geza, yang mendalami budaya Indonesia menjelaskan filsafat yang melatarbelakangi musik tradisional Jawa dengan menggunakan gamelan. Jakob Geza, merupakan salah seorang di antara 150 penerima beasiswa Darmasiswa RI dari Hungaria.

Pegelaran kesenian Indoensia dalam Gua Baradla itu mendapat perhatian khusus dan liputan dari pers dan media setempat

Dalam kesempatan itu Walikota Rudabanya Szobota Lajos mengundang KBRI di Budapest untuk meramaikan acara penyerahan sertifikat pemerintah Hungaria pada 6 September mendatang.

Serifikat itu berisi peningkatan status Rudabanya sebagai sebuah kota yang lengkap dengan perangkat administrasinya seperti kota-kota lain di Hungaria, demikian Arena Sri Victoria.(*)


(antara.com)





Disarankan: 0
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print



ads by google

Minggu, 27 Juli 2008 @ 18:39 WIB - Diari

















Disarankan: 0
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print



Sabtu, 19 Juli 2008 @ 14:56 WIB - Diari


Teka-teki Kehidupan di Planet Mars Kondisi lubang-lubang di Mars itu pernah menjadi danau, sungai, dan segala macam kumpulan air yang bisa mendukung kehidupan makhluk hidup.
Teka-teki apakah ada kehidupan di Planet Mars selalu menjadi kajian yang menarik bagi para ilmuwan. Serangkaian penelitian pun masih dilakukan. Namun setidaknya, dari temuan para peneliti asal Amerika Serikat (AS), terdapat sedikit titik terang mengenai kemungkinan adanya kehidupan di 'tetangga' bumi itu.

Para ilmuwan tersebut memperkirakan bahwa kondisi lubang-lubang di planet keempat sistem tata surya tersebut pernah menjadi danau, sungai, dan segala macam kumpulan air yang bisa mendukung kehidupan makhluk hidup. ''Selama ini, kita menemukan berlusin-lusin situs melalui misi ruang angkasa yang bisa mendarat. Misi itu penting untuk mengetahui bahwa di Mars pernah menjadi tempat yang memungkinkan untuk hidup dan untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu,'' ujar John Mustard, peneliti dari Brown University AS, Kamis (17/7).

Mustard menduga temuan-temuan yang sudah dihasilkan misi ruang angkasa bisa menjadi pertanda bahwa di planet Mars memang pernah ada kehidupan. ''Tanda-tanda ini sangat kuat, ada dugaan kandungan air yang tidak panas seperti kawah. Itu tidak membahayakan, kandungan air itu mungkin terjadi di periode waktu yang lama,'' jelasnya.
Mustard bersama timnya mengaku pernah menggunakan Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars(CRISM) dan instrumen lainnya pada Orbit Pengintaian Badan Antariksa AS (NASA) di Mars. Itu dilakukan untuk melihat warna yang dipantulkan sinar matahari. ''Hal ini membantu untuk mengindentifikasi material apa yang terdapat di planet tersebut,'' tegasnya.

Selain Mustard, Wahana Phoenix Mars Lander (PML) milik NASA juga berhasil mengambil sampel yang sangat bernilai dari tanah Mars. Sekop di ujung lengan robotik mengeruk sampel dari sekitar lubang pengeboran di lapisan yang diyakini kuat sebagai es pada lubang galian yang diberi nama Snow White.

Sampel tersebut diambil dari lapisan berwarna putih di bawah permukaan tanah Mars yang kemerah-merahan. Lapisan tersebut diyakini sebagai es. Karena pada pengamatan sebelumnya, lapisan ini mengalami perubahan bentuk setelah terkena pancaran sinar Matahari.

Hasilnya sangat mengejutkan karena foto-foto yang dikirimkan menunjukkan bahwa serpihan lapisan tanah tersebut mengalami perubahan dalam waktu singkat. Sampel yang diambil ujung sekop berubah hanya dalam waktu satu jam setelah diambil. ''Ini baru uji coba bahwa cara tersebut bekerja dengan baik,'' ujar Richard Morris, salah satu ilmuwan dari Pusat Ruang Angkasa Johnson, di Houston, Texas, AS.

Menurut Morris, temuan tersebut baru petunjuk bahwa sampel yang diambil kemungkinan besar mengandung es.
Sejak mendarat di permukaan dekat kutub utara Mars, Phoenix kesulitan mengambil sampel yang dicari. Pada percobaan pertama, sampel yang diambil terlalu menggumpal sehingga sulit masuk ke dalam ruang uji. Instrumen Thermal Evolved Gas Analyzer (TEGA) gagal mendeteksi kandungan uap air dari sampel yang diukur.

Meski belum dapat memastikan adanya kandungan uap air, bukti visual telah menunjukkan sifat es pada lapisan di bawah permukaan Mars tersebut. Perubahan bentuk pada lapisan putih yang menyembul di bawah permukaan Mars mungkin karena proses sublimasi, perubahan dari benda padat menjadi gas, atau penguapan akibat terpapar ke lingkungan yang lebih hangat.

Mars kelak bisa jadi bukanlah tempat yang asing, melainkan dunia yang juga mirip dengan bumi. Data kimia yang dihasilkan Phoenix dari penelitian tanah di Mars menunjukan adanya kemiripan dengan tanah di permukaan Antartika. Tanah yang ada di sekitar penjejak Phoenix ini digali dan diambil untuk diteliti dalam lab kimia Onboard.
Dari hasil penelitian, bisa dipastikan jika tanah di Mars mengandung garam dan alkalin. Dan bisa juga dikatakan, tanah di Mars memang mendukung adanya kehidupan.

Pada lokasi yang spesifik, sekitar satu inci dari lapisan permukaan, tingkat keasaman tanah (PH) berkisar antara 8 dan 9. Selain itu, ditemukan juga berbagai komponen garam seperti magnesium, sodium, potasium, dan klorida. Bukti ini menjadi petunjuk keberadaan air di Mars karena ada garam di sana. Selain itu, ditemukan juga sejumlah nutrisi atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh kehidupan.

Namun, semua itu ternyata dibantah juga sejumlah ilmuwan. Dari hasil penelitian lainnya tentang kadar garam, ditemukan bahwa kandungan garam di Mars sangat tinggi sehingga makhluk sekelas mikroorganisme pun sulit hidup. ''Mars telah menjadi tempat yang sangat kering untuk waktu yang sangat lama,'' ujar ahli biologi Andrew Knoll. ''Air di sana sangat-sangat asin. Sangat sulit bagi mikroorganisme untuk bertahan hidup dengan air seperti itu.'' afp/ap/eye


republika.com


Disarankan: 0
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



S E L A N J U T N Y A »



 

Myspace

 
    » Profile
    » Buku Tamu
gamelan di hungaria
masjid
teka-teki mars
first email
foto-3
Arsip Blog 
CARI BLOG:
friendster
my_treck
lajubiru
risar
kopitozie
indian
Total: 94 
SEMUA TENTANG ART
Official 3 Colours
wow.....gw yakin dulu...
yah.... padahal gwe m...
uhmm.. kayanya sekara...
cobak deh tulisannya ...
hahahaha asli kaya an...
 
 
Created on:
Senin, 18 February 2008 @ 12:52 WIB
 
   
 
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
Drop Box
direction uncertain
_sebuah ph0t0.._
busby seo test brain for ...
mari berfikir..
berawal dari numpang lewa...
perjalanan hidup
alwachidy
susanemoyan
neliel-auel
simplypotter
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI